Guna menjaga kelestariannya, Pemprovsu berencana akan menjadikan Sungai Deli sebagai objek wisata sungai di Sumut.
Hal itu dikatakan Wagubsu, Ir. Gatot Pujonugroho, pada acara sarasehan lingkungan dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup se-Dunia dihalaman SD Negeri 066658 Labuhan Deli, Kec. Medan Marelan, Sabtu (27/6).
Dihadapan puluhan peserta terdiri dari warga sekitar bantaran Sungai Deli, Wagubsu menjelaskan, kalau sungai Deli memiliki panjang sekitar 72 km melintasi Kab Tanah Karo, Kab. Deli Serdang dan Kota Medan. Ketiga daerah yang dilintasi sungai itu memiliki sejumlah masalah. Untuk Kabupaten Tanah Karo, permasalahan yang dihadapi Pemkabnya adalah masalah pendangkalan akibat seringnya terjadi longsor.” Sedangkan Kab. Deli Serdang dan Kota Medan menghadapi masalah limbah industri,”katanya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemprovsu telah menyiapkan program Pengolahan Ekosistem Sungai Deli yang dilaksanakan sejak tahun 2006. “ Program itu masih berjalan dan terakhir pada tahun 2008 Pemprovsu bersama PTPN IV melakukan program penanaman pohon sepanjang bantaran sungai Deli,” ujar Wagubsu.
Didampingi Kepala BLH Sumut, Prof Syamsul Arifin SH, MH Wagubsu menegaskan, jika program pelestarian dan perbaikan Sungai Deli tidak akan berhasil jika masyarakat sekitar sungai tidak mendukung,”Jika program terlaksana dengan baik maka lima tahun ke depan Sungai Deli akan menjadi objek wisata sungai Sumut,’ucap Gatot.
Acara yang rencananya akan dimulai pukul 11.00 itu, molor hingga sekitar 4 jam. Hal itu terjadi akibat lamanya waktu perjalanan Wagubsu ketika menelusuri Sungai Deli mulai dari Brayan, Kec Medan Barat hingga ke lokasi acara. Diakui Wagubsu, sepanjang perjalanannya menelusuri Sungai Deli, dirinya mencium bermacam bau busuk dari limbah pabrik yang dibangun disepanjang sungai. Selain itu juga melihat puluhan bahkan hingga ratusan lobang mirip goa yang digunakan sebagai alur pembuangan limbah.” Semua itu telah menjadi masalah dan akan kita benahi bersama instansi terkait,” ujarnya bersungguh-sungguh.
Seorang warga yang diberi kesempatan bertanya dalam acara itu, H Awaluddin meminta Pemprovsu untuk tidak memperingati hari lingkungan hidup sebagai acara seremonial belaka dan tanpa perbuatan yang nyata. Menurutnya, Pemprovsu sudah berulangkali melaksanakan program penghijauan dibantaran Sungai Deli, namun tidak berhasil karena tidak adanya keseriusan dalam merawat pohon yang ditanam.
Tokoh nelayan itu juga menilai Badan Lingkungan Hidup Sumut tidak tegas dalam mengawasi pendirian industri, sebab saat ini banyak industri yang tidak memiliki tempat Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).” Seharusnya pemerintah jangan mengeluarkan ijin jika ada industri yang tidak memiliki Amdal,”tegas Awaluddin.
Selain itu, Awaluddin mengatakan, kalau Sungai Deli telah dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah cair maupun limbah kering oleh industri dan rumah tangga. Akibatnya sejumlah biodata laut yang hidup dimuara sungai mulai berkurang bahkan nyaris habis akibat terkena polusi dan banyak tumpukan sampah plastik.” Ini terjadi karena pemerintah tidak tegas dan serius dalam mengawasi Sungai Deli,”katanya.
Menanggapi hal itu, Wagubsu dengan tenang mengaku kalau kedatangannya telah dipersiapkan untuk menampung seluruh keluhan dan cacian dari masyarakat.” Kita akan tampung semua masalah itu dan akan dikoordinasikan demi perbaikan kedepan,” kata Gatot dengan nada birokrat.
Masih dalam kaitan acara tersebut, ditanya mengenai dugaan kegagalan program penghijauan bantaran Sungai Deli dan penanaman pohon Mangrove dipantai laut Belawan, Kepala BLH Sumut, Prof Syamsul Arifin SH MH, mengatakan kalau yang bertanggung jawab merawat pohon itu adalah sekolompok masyarakat konservasi.” Kelompok ini telah terbentuk dan mereka yang bertanggung jawab untuk merawatnya,” katanya singkat.
Selain dihadiri puluhan ibu-ibu dari sekitar lokasi, hadir juga dalam acara itu Kadis Sumber daya Air, Ruslan Effendi Siregar, pejabat Dinas Kesehatan Pemprovsu, Dr Ninik, Kesos Pemko Medan, Farid Wajedi, Dir Oprasional PDAM Tirtanadi Medan, T Fahmi, Msi, Camat Medan Marelan, S Armansyah Lubis, SH, Kapolsekta Medan Labuhan, AKP Dony Aleksander, SIK dan Lurah Labuhan Deli, Drs Abdul Karim serta kepling. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar